kau jelmakan sebagai serbuk udara
meski kau slalu mengintaiku dengan panah asmara
aku masih tetap meregang, setiaku sampai tak bernyawa
hingga duniaku gelap tanpa warna.
pun segalanya sudah tak beraroma
setiaku sudah mengakar
menjalar dalam serat hati
yang membuatnya
menggelepar
lalu kesasar
dan jatuh ditanah impian bersamanya